Tentang Penerbit ITB

Penerbit Institut Teknologi Bandung, yang terbentuk melalui SK Rektor No. 24/SK/REK/ITB/1971, pada mulanya bertujuan menunjang kegiatan belajar-mengajar di lingkungan ITB. Dengan bermodalkan satu buah mesin offset mini sumbangan dari negeri Belanda dan Jepang, saat itu, Penerbit ITB berusaha menerbitkan dan mencetak hasil karya tulis para dosen dan ilmuwan di lingkungan ITB. Saat itu pula ditunjuk Drs. Adjat Sakri, M.Sc., salah seorang dosen di Fakultas Seni Rupa dan Desain, sebagai pengelolanya. Saat ini Penerbit ITB dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Yahdi Zaim menggantikan Prof. Ir. Amrinsyah Nasution MSCE, Ph.D. Sejak berdiri sampai dengan sekarang , Penerbit ITB telah mengalami enam kali pergantian kepemimpinan.

Pada tahun 1985, Penerbit ITB menambah peralatan berupa kamera reproduksi semiotomatis, satu set phototype setting, plate maker, mesin cetak ukuran A2, A0, mesin lipat, dan mesin potong otomatis. Tahun berikutnya, 1 unit local area network (LAN) IBM PC dengan 16 terminal, dan mesin susun otomatis, menambah perlengkapan penerbitannya.

Dengan modal tersebut, Penerbit ITB mencoba melebarkan sayap, menerbitkan karya tulis dan karya ilmiah dosen-dosen perguruan tinggi lain di Indonesia. Sampai saat ini, Penerbit ITB telah menerbitkan lebih kurang 275 judul buku dalam bidang teknik dan sosial untuk pendidikan tinggi serta buku-buku umum pendidikan, bahasa, sastra, dan disiplin ilmu lainnya, baik karya asli maupun terjemahan. Tidak sedikit buku terbitannya dijadikan buku wajib di sejumlah perguruan tinggi – buku seri Fisika Dasar (Sutrisno), Ilmu Peluang untuk Insinyur dan Ilmuwan (Walpole/Myers), Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan (Apple), dan Fisiologi Tumbuhan (Ross/Salisbury), untuk menyebut beberapa contoh.

Saat ini, mesin-mesin yang mendukung kegiatan percetakan di Penerbit ITB adalah : Mesin cetak GTO 52 dua unit, MO satu unit, Hamada 700 satu unit, dan Hamada 500 satu unit. Selain itu didukung juga dengan mesin-mesin penyelesaian seperti mesin susun dan Hot Binding.

Penerbit ITB menjalin hubungan dengan sejumlah lembaga penelitian dalam dan luar negeri, seperti Varian Instrument Group dari Amerika Serikat, National Research Council dari Kanada, dan Centre Belgo-luxembourgeois d’information de l’acier dari Belgia, untuk menerjemahkan terbitan lembaga tersebut ke dalam bahasa Indonesia. Penerbit ITB juga menjalin kerja sama dengan WHO dalam rangka pendidikan kesehatan masyarakat. Dalam kurun waktu 1990–98, tidak kurang dari 12 judul sudah diterjemahkan dan diterbitkan dengan dana bantuan WHO. Hal ini merupakan hasil pendekatan yang baik dari pihak Penerbit ITB karena WHO jarang sekali memberikan bantuan dana untuk penerbitan buku kepada negara lain. Dengan sejumlah negara sahabat pun Penerbit ITB menjalin kerja sama. Dinas Penerangan Kedutaan Besar Amerika Serikat (USIS) telah membantu penerbitan empat buku terjemahan, sementara dengan Kedutaan Besar Prancis tengah dirintis kegiatan penerjemahan buku ajar berbahasa Prancis dan saat ini sudah ada satu judul buku yang hampir rampung penerbitannya.

Sebagai penerbit anggota Ikapi Jawa Barat No. 043/JBA (1), Penerbit ITB selalu melaksanakan kewajibannya menyerahkan beberapa terbitannya ke Ikapi Jabar, Ikapi Pusat, Kejaksaan Negeri, Perpustakaan Pusat ITB, dan Perpustakaan Nasional RI. Hal ini merupakan pelaksanaan Undang-Undang No. 4 tahun 1990. Dalam hal ini, bersama dua penerbit lainnya dari Jawa Barat, pada tahun 1998 Penerbit ITB menerima penghargaan dari Perpustakaan Nasional.

Penerbit ITB juga selalu ikut dalam kegiatan Pameran Buku Ikapi di Tiga kota, Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta, Toko buku yang menjual buku-buku terbitan Penerbit ITB tersebar di kota-kota besar di Indonesia diantaranya di Bandung, Bogor, Jakarta, Purwokerto, Semarang, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Denpasar, Ujung Pandang, Ambon, Jambi, Padang, Palembang. Selain melayani toko-tiko buku, Penerbit ITB juga melayani pembelian dari konsumen lansung yang tidak terakomodasi oleh toko-toko buku tersebut.